Postingan

Sadarlah

Aku hanya sedang risau. Takut tak memenuhi ekspektasi dan harapan.  Keterbatasan kemampuan dan harapan yang terlampau tinggi datang bersamaan.  Wajah-wajah pengharap itu terus muncul bergantian.  Juga wajah penilai dan perkataannya.  Aku tak berkutik, hanya bisa termangu melihat semuanya bergerak.  Tak percaya diri ini datang membuat diri tak berdaya.  Atau aku hanya terlalu pesimis, terkunci dalam ketidakmampuanku. Kemarin dan sekarang sama saja bila takut ini selalu merantai. Tapi sisi hatiku bicara untuk mencoba, entah bagaimana caranya.  Tapi sesuatu berbisik  "Kalau kau tak menyemangati dirimu lantas siapa lagi yang akan menyemangati?   Mereka tak pernah tahu apa yang kau hadapi jika tak kau jelaskan" Dia semakin mencerocosi aku, dengan meluap-luap ia bicara.  "Jadi berharap pada siapa lagi sebaiknya? Hanya dirimu yang bisa menjawab. Kau tahu kan, sudah bukan waktunya menyalahkan hari kemarin?  untuk menyalahk...

Egois

Kemudian inilah yang sedang berkecamuk dalam hati. Egois, sungguh aku membencinya. Tapi juga takut, takut terprovokasi olehnya dan juga takut menjadi bagian dari dirinya. Aku harus terus berkaca untuk menghindari dia, jika terlambat tolong tampar aku. Hingga aku benar benar sadar. Jangan sampai aku melakukan apa yang aku benci. Siapa yang ingin sebuah dua paham, ya tidak konsisten. Dia sangat berbahaya. Menghancurkan, melukai, sebuah rasa ingin menang sendiri. Oh aku benar-benar takut. Mengenai jawaban akan kebencianku, seseorang menulis pemikirannya hingga membuatku berpikir kembali. Wanita itu berkata: “Konsep dasarnya adalah, hal yang paling menarik bagi seseorang adalah dirinya sendiri. Coba ingat ingat. Sebuah foto bersama didefinisikan bagus ketika muka kita sendiri tampak bagus bukan di dalamnya? Saat berfoto bersama, yang dicek pertama kali adalah muka kita sendiri bukan? Jadi saat merasa orang lain egois, hanya mementingkan diri sendiri, tidak mempedulika...

Menulis

Suatu hari di tahun 2015, aku menulis dalam sebuah blog yang telah lama kutinggalkan. Keberadaannya sangat kubutuhkan tapi jarang terawat akibat waktu yang tak kunjung luang dan terkadang rasa malas mengunciku untuk keluar mengungkapkan segala rasa yang tertahan, yang kadang tidak sempat dan tak ingin diungkapkan lewat ucapan. Kadang lebih baik aku menuliskannya disini karena tak peduli ini akan dibaca atau tidak setidaknya aku bisa mengungkapkannya dengan bebas. Aku tahu dia hanya akan diam, dia hanya penyedia dan dia juga terbatas karena ada aturan untuk mengangkat isu tertentu dsb. Tapi Kau tahu ini rasanya lebih baik, kau bisa terus bercerita tanpa panik tidak ingin didengarkan. Kau bisa terus bercerita tanpa panik dihiraukan. Dan kau bisa terus bercerita tanpa khawatir apa yang kau ceritakan akan di skip lalu lupa untuk dibahas karena "sudah beda topik". Bilang saja begitulah, realistis saja dan tak perlu bertele-tele. Aku seorang wanita yang dalam angannya ingin me...

I didnt meant

Hai guys.. sebagai seorang blogger amatiran yang timbul tenggelam ngambang kita bertemu lagi. Sorry ya kalo publish-an gue ga pernah kelar mulu selalu aja ngegantung kaya layangan yang putus nyangkut dipohon, ya ini selalu aja ada godaan dari dunia lain #loh. Yaudah sebenernya karena gue bingung mau curhat sama siapa, jadi gue mencoba membuka blog gue ini dan mencurahkan isi hati gue yang gundah gulana ini.  Kata blognya "penjilat! giliran sedih aja gue didatengin giliran lo happy kemana? kenapa ga ngelikitik gue selama ini?" penulis : " maaf blog gue cuma mau sharing aja nih, lain kali gue urus deeh" kata blognya: " HUFTTTTTTTTTTTT" pake T yang banyak. Ya oke deh ya kita mulai aja gue mau curhatin tentang pertemanan gue nih kadang gue merasa persahabatan itu begitu indah banget tapi kadang suram #lebay hahaha. Sebenernya gue lagi ga enak nih sama temen, sebenernya kalo kita jujur kalo ada hal yang kita sebelin atau ga suka dari temen kita sen...

September Kenangan Gue

Gambar
September yeah Hello September! But Now is October hahaha so Goodbye September! dan sebentar lagi Goodbye October! Mungkin telat banget bagi gue untuk say goodbye September apalagi hello September, secara sekarang aja udah masuk akhir Oktober dan tanggal pelantikan Pak Jokowi sebagai presiden terpilihpun udah lewat. Ya kalo ini news sih udah basi, selalu aja telat update buat nulis, terus apa dan kenapa? Yaudah kita bahas September Kenangan yang udah kita lewatin aja ya. Well Lets begin! September gue kali ini cukup ngena dihati lohh, September ini penuh kenangan cuyy. Karena di September ini gue belajar banyak hal. Kalau Vina Panduwinata punya lagu September Ceria-nya gue akan bikin lagu September kenangan, yailaaah hahaha, udah ah mulai aja. Di awali dengan masuk kuliah dari liburan 3 bulan pergantian semester, kemudian berbagai persiapan ospek kampus, dan tentang 'ini itu' ngekos gue memulai September gue. Jadi awalnya sih Agustus lebih tepatnya, ada event J...

Tanggung jawab adalah harga diri

Gambar
" You cannot escape the Responsibility of tomorrow by evading today"  -Abraham Lincoln Yak cuy ada apa nih dengan responsibility atau tanggung jawab? dan kenapa dengan tanggung jawab? Dari kata dasarnya aja tanggung yang berarti menanggung dan jawab dari jawaban. Itu artinya berani menanggung dan menjawab segala resiko dari setiap hal yang dilakukan, begitulah makna kata kalo di kamus sotau gue. Hanya saja gue berpikir Semakin tinggi usia semakin besar tanggung jawab yang dipikul. Dari tadinya apa apa di suapin, dibantuin, dituntun kini menjadi tanggungan sendiri. Hal itu ga jarang bikin kita mikir "Gue mau tetep umur segini aja, gue pengen jadi anak anak terus". Kita mikir gitu karena kita takut dengan segala kewajiban kita, tanggung jawab kita saat ini adalah kelanjutan tanggung jawab kita di masa depan. Peran kita saat ini sangat berpengaruh dengan peran kita di masa depan. Dan kita ga mau masa depan kita jelek, lo semua pasti punya ekspektasi yang tin...

Belajar bersyukur :)

Gambar
Bingung nih mau kasih title apa, mau nulis ga niat-niat amat lagi bosen juga brow, ngantuks juga. Cuma begitu liat timeline sosmed line liat status temen gue masang ini langsung syemangat ada bahan buat nulis. ketstek!! Sticker ngoplos ngecrop banget tapi siapa peduli yang penting liat gambarnya tuh brooo. Sticker itu berasa " I Feel You" Bangettt. Kalo di analogiin gue jadi Brown dan temen gue Moon-nya. Pret dudumpret dut dut kaya suara kentut abislah _---_ Ya jadi inget pas nilai keluar di SIAK nilai gue yang hiks banget ternyata ada yang lebih hiks lagi. Tapi sejujurnya buat nilai gue yang gue dapet itu gue nerima apa adanya, well bukannya pasrah tapi gue merasa emang usaha gue buat matkul itu kurang terus gue kurang menguasai dan dosen pun ga murah hati ngasih nilai yawess dah (matkul sensor) . Sebenernya ini bukan suatu hal yang bisa dibanggakan tapi kadang kita mesti bersyukur seperti yang digambarin di sticker itu. Gue selalu bilang : "Diatas langi...